Posted by: romdlonhidayat80 | November 23, 2012

Aplikasi CSR: Membangun Citra dan Kepedulian


Beberapa pekan yang lalu ada sebuah forum diskusi menarik antara saya dengan beberapa pemegang kendali CSR di perusahaan BUMN dan Swasta. Isu pembahasan yang diangkat adalah tentang optimalisasi program CSR di lingkungan perusahaan. Pada dasarnya konsep dasar dari munculnya CSR adalah agar perusahaan bisa dekat dengan masyarakat sekitarnya. Jika sudah “dekat” maka akan timbul sebuah ikatan. Ikatan mutualisme yang pada akhirnya akan terwujud hubungan yang baik antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. Variable yang menjadi persoalan ternyata adalah memaknai, mendefinisikan dan mempraktekkan “dekat” inilah yang agak kerepotan. Dan pada akhirnya perusahaan memerlukan parter sebuah lembaga yang sudah berpengalaman dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan program-program yang populis, tepat sasaran dan terorganisir dengan baik. Teori sederhananya adalah pendekatan apa yang kemudian digunakan dalam menyusun dua kepentingan yaitu citra perusahaan dan kemanfaatan yang luas kepada masyarakat sekitar.

Mengambil teorinya Frank Jefkins, dalam bukunya yang berjudul Public Relation, pencitraan adalah sebuah kesan atau gambaran yang bagus, cocok  dari masyarakat terhadap sebuah kebijakan perusahaan. Secara pendekatan sosiologis masyarakat bisa secara otomatis akan terbangun citra positifnya, jika perusahaan tersebut mampu merangkul dan memberikan kontribusi kepada mereka dan yang paling penting tidak merugikan mereka baik dari aspek lingkungan maupun sumber daya di masyarakat. Jika memang kedua aspek tersebut sudah bisa dipenuhi maka konsep mutualisme akan terjalin dengan baik. Perusahaan akan aman dan nyaman demikian juga masyarakat akan senang

Berbagai kasus akhir-akhir ini menjadi sebuah catatan yang kurang baik antara perusahaan dengan masyarakat sekitarnya karena beberapa persoalan mendasar sehingga yang terjadi adalah kerusuhan. Misalnya sekitar bulan November 2011 terjadi konflik PT A. Resources dengan masyarakat sekitar terkait dengan pemasangan pipa pembuangan limbah ke sungai Batang Toru yang berujung pada pembakaran fasilitas umum. Demikian juga perusahaan Kelapa Sawit yang beberapa waktu yang lalu juga banyak terjadi konflik dengan masyarakat sekitar. Yang pada akhirnya mempunyai dampak yang besar bagi keberlangsungan operasional perusahaan. Tapi ada juga yang dampaknya adalah “negative  image” berkaitan dengan puas dan tidak puas. Biasanya yang ditanyakan adalah apa yang sudah perusahaan kontribusikan untuk masarakat sekitar?, dampak positif apa yang terjadi di masyarakat lingkungan perusahaan, dan lain-lain. Jika pertanyaan ini tidak bisa di jawab dengan “action for” mungkin mereka akan bersuara baik di tingkat pengambil kebijakan ataupun media, yang pada akhirnya ada citra yang kurang baik perusahaan di mata masyarakat, pemegang kebijakan maupun kepada media.

Sebenarnya ada konsep menarik yang bisa kita lakukan ketika mau “mengawinkan” (pakai bahasa seniman) antara perusahaan dengan masyarakat sekitar yaitu memakai pendekatan Participatory Learning&Action (PLA) model ini adalah anak cabang dari konsep CD (Community Development). Intervensi pendekatan yang dilakukan adalah dengan cara pemberian ruang yang lebih luas kepada masyarakat untuk merencanakan dan melaksanakan apa-apa yang menjadi hajat hidupnya sehingga mereka mampu menjalankan program tersebuat secara berkesinambungan sampai jangka panjang. Dengan catatan memang harus di dampingi oleh lembaga yang mempunyai kapasitas di dalamnya.

Dalam pelaksanaan teknis pendekatan PLA ini, pendamping hanya sebagai mentor&pemonitoring, sedangkan yang melakukan keseluruhan programnya adalah masyarakat. Mereka dilatih secara aktif dan pada akhirnya mereka bisa menjadi mentor/pelatih bagi yang lainnya.

Ada sebuah contoh menarik tentang metodologi pendekatan PLA yang dilakukan oleh Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU dengan MCL di Bojonegoro dalam melaksanakan program intervensi terhadap anak-anak yang terkena malnutrisi/gizi buruk. Tahun pertama ketika memulai program ada lebih dari 300 anak yang di intervensi dengan pendekatan program PLA, selama 1 tahun ada hasil yang cukup signifikan, jumlah anak yang terkena malnutrisi turun lebih dari 50%. Para bidan desa di ajarkan bagaimana proses pendekatan dan pembelajaran dengan partisipasi aktif dari para ibu-ibu yang anaknya diintervensi program ini. Mengubah pola makan, pengenalan makanan yang mengandung gizi dan nutrisi tanpa harus merogoh kocek banyak sampai pada meramu sebuah menu makanan. Karena mereka yang mengerjakan sendiri akhirnya menjadi bisa yang pada akhirnya mereka  praktekkan untuk keluarganya. Dan ini menjadi salah satu contoh keberhasilan bagaimana mengatasi gizi buruk dengan biaya yang sangat terjangkau.

Saya berkeyakinan bahwa jika sebuah perusahaan sudah mampu menemukan format terbaik dalam mendesain program CSRnya di masyarakat sekitar maka sudah otomatis akan terjadi hubungan yang baik dan harmonis, bahkan berdampak kepada citra positif perusahaan. Jika sudah terjadi demikian, semua sumber daya yang ada pasti akan lebih nyaman bekerja dan hasil produksi perusahaan juga akan meningkat.

Advertisements
Posted by: romdlonhidayat80 | November 22, 2012

Simpati Untuk Palestina datang dari Pemain Bola


Simpati Untuk Palestina datang dari Pemain Bola

F Kanoute, stiker Muslim Sevila menunjukan Simpati dan solidaritasnya pada Palestina dengan merayakan Selebrasi saat Sevila menang 2-1 atas Deportivo la Corunia sembari membuka baju sehingga Kaos Hitam bertuliskan dukungan kepada palestina yang sedang dianiaya Oleh Zionis Israel terpampang jelas. Walaupun akhirnya Kanoute mendapat kartu kuning, Ia tidak menyesal.

Posted by: romdlonhidayat80 | November 22, 2012

Aksi Teatrikal “bantu palestine”


PKPU bersama anggota FoZ beraksi di Depan Grahadi Surabaya

Posted by: romdlonhidayat80 | November 22, 2012

Aksi PKPU bareng-bareng Anggota FOZ Bantu Palestina di Grahadi


Aksi PKPU bareng-bareng Anggota FOZ Bantu Palestina di Grahadi

Posted by: romdlonhidayat80 | November 22, 2012

KEUNGGULAN KOMPETITIF


Image

Lima tahun akhir ini merupakan mengeliatnya enterpreneur indonesia. Yang pasti dengan banyak dan sengitnya kompetisi dalam ranah bisnis ini  pasti akan terjadi perang “keunggulan” yang masing-masing  ingin  untuk mengamankan pasarnya. Logika yang dibangun oleh Hollensen (2003:9-14) bahwa konsep pasar itu adalah optimalisasi “transactional marketing&the relationship marketing” dan Kotler (2003:12-17) menambahkan mesti ada orientasi utama salah satunya adalah production product yang sesuai dengan kepentingan pasar. Sehingga kita harus bisa mengatur proses transaksi dan jaringan pasar dengan skema atau sistem yang kuat dengan basis product/kekuatan internal yang memadai. Hal ini penting karena sekarang kita berada dalam jalur kompetisi bisnis yang sangat klimaks. Mau tidak mau kita bangsa Indonesia kalau kita ingin besar dengan pencapaian visi Negara besar meliputi tiga aspek utama; Pertama, mengatur kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran, kedua, memberikan kepuasan secara efektif dan efisien daripada kompetitor dengan mempertahankan danmeningkatkan tanggungjawab sosial kepada konsumeN dan masyarakat umum. Ketiga, membangun kekuatan nation yang trengginas dan berkekuatan unggul diberbagai aspek kompetisi.

Kenapa kita harus memunculkan konsep sisi aspek pasar dari pada aspek produk. Ada beberapa memang terkait dengan realitas yang berkembang dalam sebuah manajemen organisasi. Banyak orang melihatnya bahwa asek pasar harus melihat sejauh mana kekuatan kita atau kapasitas produksi kita sehingga paradigm yang berkembang adalah target pasar kita cukup disesuaikan dengan kapasitas produksi. Mungkin pemikiran ini hanya bisa dikategorikan sederhana dan simplicity dan kurang kuat pada aspek keunggulan kompetitif atau bahkan kita belum bisa masuk dalam ajang kompetisi. Itu tidak salah sih, tetapi yang semestinya menjadi great ideas kita adalah memulai dengan maping market, apa sih yang menjadi peluang pasar/tranding pasar saat ini, atau bahkan kita bisa menciptakan idea market/persepsi mereka tentang kita. Hal ini penting karena kita berada pada sebuah pertempuran pemilihan persepsi. Pada pada akhirnya, suka atau tidak suka, mau tidak mau kita harus berani terjun dalam ajang kompetisi ini.

Kita coba geser sedikit ke teorinya Ehmke (2008) tentang keunggulan kompetitif, beliau mengatakan bahwa satu keunggulan kompetitif merupakan satu keunggulan yang didapat dari persaingan dengan menawarkan pelanggan nilai lebih, melalui harga yang lebih murah atau dengan memberikan manfaat dan layanan tambahan yang membuat harga produk bisa dinaikkan. Menurut Dess, Lumpkin, dan Taylor (2005), satu keunggulan kompetitif wujud ketika satu perusahaan memiliki satu produk atau jasa yang dipersepsikan konsumen di pasar tertentu lebih baik dari pesaingnya.

Memenangkan persaingan memungkin kita untuk bisa tetap bertahan, berkelanjutan, serta berhasil dalam jangka panjang dan memperoleh income yang terus bertambah dan bertambah. Keunggulan kompetisi inilah yang pada akhirnya bisa memperkuat dan menempatkan lembaga kita menjadi lebih superior kinerjanya dibandingkan dengan para pesaingnya, lebih bermanfaat luas dibanding dengan pesaingnya bahkan lebih dan lebih dari berbagai aspek dibanding dengan pesaingnya.

Posted by: romdlonhidayat80 | November 22, 2012

STRATEGI MEMENANGKAN PERSAINGAN BISNIS


Image

Marketing juga bisa disebut strategi bersaing. berbondong-bondong berkompetisi untuk memastikan pasar, menarik minat pasar sampai pada akhirnya bisa mengclosing pasar. sehingga hal ini perlu strategi jitu.

Menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong terdapat lima tujuan pelaksanaan strategi bersaing yaitu:

1. Membentuk suatu positioning yang tepat (Perusahaan berusaha untuk menunjukkan suatu image atau citra tersendiri mengenai perusahaan kepada pelanggan atau pasar sasaran).

2. Mempertahankan pelanggan yang setia (Pelanggan yang setia bagaikan kekayaan untuk masa depan, yang jika dikelola dengan baik akan memberikan aliran pemasukan seumur hidup yang baik kepada perusahaan.)

3. Mendapatkan pangsa pasar baru (Perusahaan berusaha untuk mendapatkan dan memperluas pangsa pasar dengan menggunakan strategi bersaing mereka masing-masing untuk meraih pasar seluas-luasnya).

4. Memaksimalkan penjualan (Proses untuk memaksimalkan laba atau keuntungan tergantung dari efektifitas strategi bersaingnya, selain itu juga tergantung pada seluruh sistem yang ada dalam perusahaan serta unit-unit fungsional lainnya)

5. Menciptakan kinerja bisnis yang efektif (Perusahaan harus menciptakan kinerja bisnis yang efektif, agar bisnis mereka dapat dikelola secara strategis, yaitu dengan mendefinisikan: kelompok pelanggan yang akan dilayani, kebutuhan pelanggan yang akan dipenuhi, serta teknologi yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut).

Posted by: romdlonhidayat80 | November 22, 2012

SAVE PALESTINE


Image

Berbagai ungkapan tegar senantiasa bergemuruh pada dada penduduk Gaza. Mereka tidak pernah gentar dan mundur sejengkalpun dalam memperjuangkan kemerdekaannya. Mereka adalah para pejuang kemanusiaan yang memperjuangkan akan hak mereka yang telah dinjak-injak oleh penjajah Israel. Suara tangisan mereka adalah ketegaran yang akan menghantarkan pada kaharuman surga. Mereka telah berjuang untuk mempertahankan negaranya dari cengkraman penjajah Israel dan seluruh penduduk dunia bersaksi bahwa mereka adalah benar dan harus memenangkan pertarungan ini.

Bayangkan ketika tokoh dunia, anak-anak kecil dan seluruh media massa  semuanya perjuangan palestina. Dan bagaimana kita? Saya rasa jawabannya simple dan singkat. Kita akan siap membantu baik harta, tenaga, jiwa dan doa kita. Ketika sekarang kita belum diberikan kesempatan untuk berangkat kesana, maka bantuan harta dan doa sangat diutamakan. Mari kita bergandengan tangan mendukung perjuangan rakyat palestina.

Posted by: romdlonhidayat80 | November 22, 2012

MUHASABAH DIRI


 

Image

Disaat-saat kita rehat, sedang rileks, santai apalagi ditengah kesunyian, sangat indah bila digunakan untuk meneropong kehidupan kita ini. Bermuhasabah dan menghitung-hitung bobot dan kualitas diri. Sudah banyakkah amalan kebaikan yang sudah kita lakukan atau jangan-jangan kebalikannya. Seberapa banyak pula kehidupan kita ini kita hiasi dengan berleha-leha dan bermaksiatan kepada Allah SWT. Semua jawaban ada pada diri kita. Mari di tahun baru Hijriyah 1434 H ini kita melakukan muhasabah diri untuk pencapaian kehidupan yang lebih baik.

Rasulullah SAW pernah bersabda dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah saw, bahwa beliau berkata, ‘Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt. (HR. Imam Turmudzi)

Masih ingatkah kita salah seorang tabiin yang bernama Uwais Al Qarani, seorang sholih yang sangat taat kepada Allah SWT. Hari-harinya senantiasa dipenuhi dengan amal kebajikan dengan membiasakan mensedekahkan hartanya jika dihari itu masih ada sisa. Suatu ketika setelah beliau mencari rizki yang halal dan memberi nafkah anak dan isterinya, beliau lalu mengangkat kepalanya ke langit seraya berkata, “Ya , Allah jangan Engkau siksa aku, jika ada perut umat Muhammad yang kelaparan dan tubuh yang tak terbalut kain, karena aku telah melakukan apa yang kumampu, mensedekahkan seluruh yang kumilik”

Indonesia adalah Negara besar dengan kekayaan yang luar biasa. Tapi kita bisa saksikan seberapa banyak dari mereka masih hidup tanpa alas kaki, tanpa atap rumah, tanpa pelindung badan yang layak, tanpa sekolah, anak tanpa kasih sayang orang tuanya, makan apa adanya, gelandangan masih bertebaran dimana-mana. Hiruk pikuk kegetiran bangsa ini belum berhenti, degradasi moral dimana-mana, berjuta-juta terkena narkoba, free sex dan banyaknya terjadi konflik horizontal di tengah-tengah masyarakat kita. Mungkin kita tidak tergolong seperti mereka dan naudhubillah mindzalik semoga Allah menjauhkan kita dari hal-hal demikian. Tapi masalah ini ada di Negara kita, bahkan di lingkungan sekitar kita atau jangan-jangan di keluarga kita. Kita harus punya azam/keinginan yang kuat untuk senantiasa bisa memperbaiki diri, keluarga kita, lingkungan kita bahkan Negara kita tercinta ini. Apakah kita sudah melakukan maratibul amal seperti petuahnya Imam Syahid Hasan Al-Banna (Kitab Majmuah Rasail) ini.

Muhasabah adalah salah satu cara kita untuk mengetahui dan mengurai masalah ini, sejauh mana kualitas diri kita dihadapan Allah SWT. Seberapa besar ketaatan kita kepadaNya dan seberapa banyak kontribusi yang sudah kita berikan untuk amalan dakwah dan kebajian khairiyah selama ini. Apakah karya-karya gemilang kita selama ini hanya untuk kesenangan pribadi kita bahkan hanya untuk oreintasi dunia semata. Semuanya akan kita jawab pada sebuah perenungan agung yaitu introspeksi diri atau muhasabah diri.

Ada dua konsep agung yang Rasulullah tawarkan pada hadist diatas. Pertama, kalau kita mau pintar, sukses dan hidup penuh kemuliaan maka rajin-rajinlah berhisab diri/muhasabah diri dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Kedua kalau mau jadi orang yang lemah adalah orang yang senantiasa mengikuti hawa nafsunya, tidak mempunyai visi untuk akheratnya bahkan senantiasa berangan-angan akan ampunan Allah SWT.

Hidup ini sangat sebentar dan diibaratkan ketika kita sedang mengadakan perjalanan jauh, kita letih dan singgah di warung kopi untuk minum seteguh air putih kemudian melanjutkan perjalanan lagi. Disaat kita singgah minum seteguk air itulah diibaratkan kehidupan di dunia ini.  Sehingga hidup yang sebentar ini mari kita maksimalkan untuk berbuat sebanyak-banyaknya amalan sholih, disamping menjadikan kita sebagai pribadi yang sholih dan taat serta bermanfaat, kita juga harus bisa mengisi hidup ini dengan banyak membantu orang lain yang dalam kesulitan, berbagi kepedulian dengan saudara-saudara kita, mengajarkan kebaikan kepada mereka sehingga kehidupan kita ini penuh arti dan makna, menjadi bekal atau sangu kita di kehidupan akherat yang kekal abadi nantinya.

Posted by: romdlonhidayat80 | November 22, 2012

Hidup Yang Sebentar


Image

Kita terkadang atau bahkan sering melakukan perenungan meskipun itu sejenak” ya Allah saya itu beberapa tahun yang lalu masih kanak-kanak bahkan tidak mau pisah dengan orang tuaku, tapi sekarang sudah punya istri dan 2 anak dan mungkin sebentar lagi akan punya cucu dan beberapa saat nyawa ini akan pisah dari jasad. Dan semuanya akan senyap, kita, kita, kita akan mengalami kematian, ya manusia ini akan mati semuanya.” Itulah kita, manusia sederhana tapi paling sempurna yang Allah ciptakan untuk mengisi kehidupannya dengan aktifitas kebaikan dan ibadah.

Terkadang kita lupa tuh, bahwa hidup ini hanya sebentar dan sangat sebentar. Kalau mengikut umur nabi cuma 63 tahun. Tapi berapa banyak teman-teman kita baru berumur 25 tahun sudah menghadap sang pencipta. Masih muda, energik, ganteng, cantik, kaya tapi Allah hanya mencukupkan umurnya segitu. Kita mungkin hanya sebentar meratap, oh ya saya akan bertaubat, oh ya saya akan banyak beribadah, oh ya saya akan mengurangi kemaksiatan tapi itu hanya sebentar. Setelah kesedihan dan ratapan itu hilang kita kembali kepada kita semula.

Coba kita hitung 1 hari ini apa yang kita lakukan. Mungkin tidur 8 jam, kerja di kantor 9 jam, bertemu teman, ngenet, bersenda gurau dengan keluarga, nonton TV mungkin 4 jam, diperjalanan 2 jam dan sholat kalau sempat 25 menit. Coba bayangkan terman, hampir 99% kehidupan kita hanya untuk dunia. Firasat itu sudah tersirat dalam surat al a’la ayat 16-17:”Sedangkan kebanyakan kamu memilih kehidupan dunia, padahal kehidupan akherat itu lebih baik dan kekal.” Kita terlekana dunia yang sangat sederhana ini. Mungkin kita tidak sadar bahwa kita sudah terlenakan. Kita tidak pernah merasakan bahwa kehidupan kita ini sudah tercelub oleh glamor kemewahan dunia.

Padahal apa ya yang ingin kita cari. Kalau sudah punya harta banyak pikiran kita bagaimana punya rumah yang megah, kendaraan yang mewah, hamparan kebun yang luas dan apapun bisa terbeli oleh kita. Itu sajakah. Mungkin masih banyak yang ingin tambah, setiap bulan jalan-jalan ke luar negeri, punya rumah di berbagai negeri bahkan pulau pun di beli. Kita sudah terasa dibutakan oleh dunia. Padahal kalau sudah punya dan sudah merasakan kenikmatan itu yang begitulah rasanya, habis itu kita akan kembali seperti semula.

Kita memang harus merenung, bermuhasabah diri. Jangan sampai umur kita yang pendek ini hanya berlalu begitu saja, sia-sia, tidak berguna sehingga sampailah Allah nanti mencabut nyawa kita. Lha kita gak punya bekal apa-apa, ibadah gak ada, kalaupun ada sehari iya sehari tidak, amalan kebaikan gak ada, kontribusi terhadap dakwah islam apa lagi, terus apa yang akan kita banggakan dihadapan Allah kelak. Apa yang akan kita jadikan bobot berat timbangan kanan kita.

Kalau di dunia kita berleha-leha, bersenang-senang saja, yang penting fun dan lupa diri maka di kaherat kelak kita pun akan dilupakan Allah SWT. Kita tidak pernah akan disapa Allah, karena selama di dunia kita lupa akan Allah, kita tidak pernah menyapa Allah dalam setiap sholat kita, tilawah qur’an kita, kebaikan kita pada orang lain. Semua kita lupakan. Ya pastilah kita nanti di akherat Allah akan lupakan kiita bahkan manusia satupun tidak akan peduli dengan kita.

Naudhubillahi min dzalik. Semoga kita terjauhkan dari kehidupan dunia yang melalaikan akherat.

 

Posted by: romdlonhidayat80 | November 22, 2012

Hello world!


Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Categories